Sosial

Notes from GBK

April 11, 2013

Berawal dari cerita-cerita dek Diana tentang Ust. Yusuf Mansyur, dari mulai ceramah paginya di ANT*, buku-bukunya, program-programnya, sampe acara-acaranya. Membuat saya sedikit tau tentang PPPA dan PPPAshop, yang kemudian membawa saya ke GBK pada long weekend maret kemarin. Padahal saya pikir long weekend kemarin saya akan liburan gunung hahhahahaha.

Pawai Duta Qur'an GBK
Pawai Duta Qur'an
 PPPA dan PPPAshop
Sedikit tentang program PPPA, yaitu yang saya tau ada program rumah Tahfidz, SantriOnline, DaQu School, Santri Indent, mungkin masih banyak lagi tapi segitu aja yang saya tau. Rumah Tahfidz merupakan program pesantren rumahan untuk memfasilitasi anak-anak yatim para penghapal Qur'an sekaligus dengan tujuan untuk menghidupkan masjid. Jadi buat para donatur yang berminat mendirikan rumah tahfidz, cukup sediakan tempat (boleh punya sendiri atau sewa) yang dekat dengan masjid, kumpulin anak-anak yatim yang mau menghapal qur'an, pengajar nanti disediakan sama pihak DaQu. Selain didukung untuk menghapal Qur'an tentu juga anak-anak yatim itu didukung untuk sekolah formal (SD kan sekarang gratis coy, tinggal beli seragam sama buku aja kayaknya). Nah pulang sekolah, tuh anak-anak dikumpulin di masjid, buat menghapal Qur'an, trus malemnya baru dah pulang ke 'pondok' Rumah Tahfidz. Saya kurang paham yah apa-apa aja biaya yang didukung oleh pihak Daqu, dan apa-apa aja yang ditanggung sama donatur, untuk lebih jelasnya mungkin bisa hubungi tim Ust. YM. Kalo ga salah sih sekarang di Indonesia udah ada 3000 rumah Tahfidz, ada juga beberapa rumah Tahfidz yang ada di luar negeri. Nah, barusan saya baca katanya ada sekitar 30.000 penghapal Qur'an di Indonesia dan ini merupakan angka tertinggi di dunia! di Arab Saudi hanya sekitar 6.000. Namun jumlah 30.000 masih amat sedikit jika dibandingkan angka total penduduk di Indonesia. Jadi masih besar kesempatan untuk 'menggelembungkan' jumlah penghapal Qur'an. Ust. YM sendiri punya mimpi ada 100.000 penghapal Qur'an di Indonesia di tahun 2015 nanti, dan saya rasa itu bukan hal yang utopis. Nah ada lagi namanya SantriOnline, diperuntukkan untuk orang yang punya kesibukkan padat tapi mau menghapal Qur'an, difasilitasi secara Online lah pokoknya (silahkan buka ). Nah kalo Daqu School (dari playgroup sampe SMA) peruntukkan nya untuk menengah keatas, sistemnya sih subsidi silang buat mendukung program Rumah Tahfidz, makanya agak mahal. Kalo Santri Indent sih setau saya program pembelajaraan untuk persiapan masuk ke Daqu School.

Sedikit tentang PPPAshop, adalah toko baik online maupun offline yang menjual buku-buku ust. YM, merchandise PPPA, mp3 dan dvd murottal2, barang2 sedekah yang keuntungannya diperuntukkan untuk mendukung program-program PPPA (bisa dikatakan sebagai 'danus'nya PPPA). PPPAshop mengusung tema " Belanja sambil bersedekah!" jadi jangan harap ada diskon atau banting harga ya kalo belanja di PPPAshop, moso sedekah mau di diskon? moso masuk surga mau di diskon? moso kebaikan mau di diskon? hahahhaha tega nian yang nawar. Saya pun sempet belanja di PPPAshop via online, harganya wajar sih menurut saya. Silahkan kunjungi

Wisuda Akbar Indonesia Menghapal Qur'an (IMQ) ke-4
Setelah PPPA sukses menggawangi acara wisuda akbar IMQ 1-3, Sabtu, 30 Maret 2013 kemarin PPPA kembali memotori acara Wisuda Akbar IMQ ke-4 ( Al Baqarah ayat 1-50 atau An Nabaa’ (1-40), atau kedua-duanya. Memang IMQ 4 ini menawarkan konsep yang sedikit berbeda dengan sebelum-sebelumnya, dari mulai tempatnya yang biasanya di mesjid besar sekarang di GBK. Dan perbedaan di konsep acaranya, kalo sebelum-sebelumnya tes hafalan dilaksanakan pas Hari-H wisuda, tapi kali ini tes hafalan sudah terjadwal sebelum hari wisuda di tempat-tempat tertentu, jadi pas wisuda bener2 cuma peresmian aja, ga kebayang juga sih gimana caranya tes hapalan qur'an ribuan orang di tempat yang sama di waktu yang sama hahahha. Pertama kali tau kalo IMQ 4 ini akan diadain di GBK, saya pikir GBK yang dimaksud adalah Istora-nya, namun beberapa hari menjelang Hari-H saya baru engeh bahwa GBK yang dimaksud adalah GBK lapangan bola nya! Wow, saya langsung merinding begitu ngebayangin GBK yang dengan kapasitas ribuan orang yang seringnya dipadati suporter bola itu akan penuh sama Wisaudawan/wisudawati penghapal Qur'an dari 8 arah mata angin di seluruh Indonesia! Saya sebelumnya saya ga tau acara-acara agama apa aja dan berapa kali yang diadain di GBK, tapi mengadakan acara wisuda penghapal Qur'an untuk pertama kalinya di GBK menurut saya sih mirip 'futuh' GBK, hahhahha. Ya, futuh atau penaklukan. Inget, futuh Makkah? Saat berhala-berhala di sekeliling Ka'bah di hancurkan oleh kaum Muslimin, pertama kali Bilal mengumandangkan Azdan di atas Ka'bah, dan para kaum kafir Quraisy berbondong-bondong masuk Islam (termasuk pentolannya, Abu Sufyan). Dan di IMQ 4 , GBK lah yang akan difutuhkan oleh puluh ribuan hafidz-hafidzah! GBK akan difutuhkan oleh semangat Qur'an, oleh generasi Qur'an! Mungkin perbandingan yang agak lebay tapi ya itulah yang ada di imajinasi saya hahhahah. Subhanallah, mimpi Ust. Yusuf Mansyur (yang juga mimpi kita semua), tidak lagi jadi utopis. Saya ga sanggup ngebayangin kesyahduaan macam apa yang akan terjadi di GBK saat hari-H, dan itulah yang kemudiaan menumbuhkan ketertarikan saya pada IMQ 4. Saya cuma pengen ngerasain sensasi berada diantara ribuan penghapal Qur'an, ngerasain semangat mereka, dan menyaksikan langsung GBK futuh sama kalimat-kalimat Allah.


Relawan PPPAshop
Tapi apakah Anda kira saya hafal Al Naba atau Al Baqarah 1-30? Apakah Anda kira saya sanggup menghapalnya dalam waktu yang relatif singkat untuk kemudian disetorkan di tempat-tempat tertentu untuk kemudian syah menjadi wisudawati IMQ 4? Tentu saja saya tidak secerdas itu dalam hal menghapal T.T. Sebenernya Ust. Yusuf Mansyur ga ngelarang juga datang ke acara IMQ 4 walau ga hafal, beliau membuka kesempatan siapa aja yang mau datang, hafal ga hafal,yang penting ngumpul, minimal yang datang akan dapet berkahnya dari para penghapal Qur'an. Well, sempet terfikir untuk beli tiketnya dan dateng ke acaranya sebagai penonton (even saya akan berangkat sendiri, no problem), tapi gw orang yang masih punya gengsi, gengsi banget malah, kalo gw dateng masuk ke tribun diantara anak-anak kecil yang pada hafidz-hafizdzah, yang pada apal Al Baqarah 1-30 dan An-Naba, sementara saya yang segede bangkotan cuma apal Al Baqarah 1-2, apa saya ga punya malu? Malu banget T.T. Untuk mutusin dateng apa enggak ke acara IMQ 4 saya bener2 mikir dulu, antara nahan malu sama rasa penasaran terhadap acaranya. Sampai akhirnya gw baca status PPPAsop yang katanya lagi butuh tenaga relawan buat di acara IMQ 4. Saya langsung tau relawan yang ditugaskan untuk bantu-bantu jaga stand, secara PPPAshop kan toko. Saya akhirnya mendaftar sebagai relawan PPPAshop (lagi-lagi even sendirian T,T), mungkin ini jadi jawaban yang pas, saya bisa sedikit mengintip futuh GBK, tanpa harus duduk menahan malu diantara anak-anak kecil yang pada tahfidz qur'an. Setelah briefing H-seminggu, tibalah saat terjun ke GBK (h-1 IMQ 4).

Jum'at, 29 Maret 2013, pukul 16.00 WIB, sekitar 20 orang tim PPPAshop beserta relawannya diberangkatkan dari office PPPPA ke TKP. Siangnya di hari yang sama diberangkatkan tim PPPA dan relawan PPPPA (intinya bantu-bantu ngurusin acara wisuda). Kemudian malamnya, tim relawan ikhwan bantu2 nyusun stand, sementara akhwatnya (yang cuma 5 orang) dipersilahkan untuk istirahat (padahal saya rindu banget ngangkat2, rindu pekerjaan kasar hahahahha).


Doa Syaikh Al-Ghamidi

Siapa Syaikh Al-Ghamidi? Awalnya saya sama sekali gak tau, tapi akhirnya keadaan membuat saya cepat menjadi tau. Syaikh Al-Ghamidi merupakan 'bintang tamu' di IMQ 4. Di H-1 Syaikh Al-Ghamidi sudah sampai di Indonesia, dan beliau sempat mempimpin sholat Jum'at di Masjid At-Taqwa, Jakarta Selatan. Kalo saya laki-laki saya mungkin ikut sholat Jum'at disana, karena ada Ust. Yusuf Mansyur nya juga hahhaha. Sekali lagi, siapa Syaikh Al-Ghamidi? Mungkin saya satu-satu orang yang baru tau siapa Syaikh Al-Ghamidi, beliau ternyata adalah imam Masjid Masjidil Haram, Subhanallah...Dan pada malam menjelang IMQ 4, saya berkesempatan bertemu dengan Syaikh Al-Ghamidi (dan Ust. Yusuf Mansyur tentu saja, hahhaha) dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Jadi, sebelum pergi ke tempat peristirahatan yang disediakan panitia, saya main-main dulu dan mengendap ngendap ke ruang VIP GBK, yang disana sedang diadakan briefing panitia beserta kru pendukung acara IMQ 4 (yang ternyata dimulai sejak sore hari).
Dengan menunjukkan ID card relawan saya pun diperbolehkan masuk ke ruang itu. Beberapa menit setelah saya masuk, datanglah Syaikh Al-Ghamidi dan Ust. Yusuf Mansyur beserta iring-iringannya. Hebolah satu ruangan itu, semua yang ada disana langsung berdiri, berebut mengambil gambar terbaik sang Syaikh. Syaikh Al-Ghamidi dan Ust. YM cuma beberapa menit 'mampir' di ruangan itu, singkat sekali. Begitu sampai di podium, Syaikh Al-Ghamidi menyapa kami pake bahasa Arab, kemudian di terjemahakn oleh Ust. YM. Syaikh bilang beliau sengan bisa hadir di Indonesia, Syaikh juga bilang acara IMQ 4 bukanlah milik Ust. YM maupun beliau, acara IMQ 4 adalah milik kami semua, panitia beserta kru pendukung. Ust. YM bercerita tentang proses perjalanan Syaikh Al-Ghamidi dari Makkah ke Jakarta yang berkali-kali harus transit, karena ternyata sang Syaikh sedang sakit sehingga ga boleh lama-lama melakukan perjalanan udara. Subhanallah, perjuangan beliau....
Kemudian Ust. YM bertanya, "Disini siapa yang belum nikah?"
Serentak semua yang masih single mengangkat tangan (termasuk saya), "Saya!Saya!Saya!"
"Siapa disini yang pengen nikah? Yang pengen dapet jodoh?"
"Saya! Saya! Saya!"
"Syaikh Al-Ghamidi akan mendoakan sodara-sodara semua yang belum dapet jodoh, Syaikh akan mendoakan kelancaran jodoh sodara-sodara semua dan supaya sodara-sodara mendapat jodoh terbaik, semuanya amin kan ya!" Begitu pesan Ust. YM. Kemudian Syaikh Al-Ghamidi membacakan doa (pake bahasa Arab, saya ga ngerti), sambil diaminkan oleh semua yang pengen dapet jodoh terbaik (termasuk saya hahahhaha). Setelah membacakan doa, syaikh me-murottal-kan surat Ad-Dhuha, yang setiap selesai satu ayat diikiuti bacaannya oleh semua makhluk yang ada disana.

Saya cuma bisa mesem2 kesenengan, mimpi apa saya sampe bisa didoain sama Imam Masjidil Haram, tentang jodoh lagi hahahhaha..
Ust. YM - Syaikh Al-Ghamidi 
Ust. YM - Syaikh Al-Ghamidi
Kerinduan saya dan Kerinduan semua
Besok paginya (Hari-H), subuh aja belom itu stand PPPAshop udah rame aja, padahal belom buka hadeeeuuh, luar biasa animo masyarakat. Langit belum terang, lingkungan sekitar GBK pun udah lumayan rame sama para wisudawan-wisudawati, mungkin dari luar kota makanya nyampenya pagi. Kapasitas GBK mampu menampung hingga 80.000 orang, tapi panitia sendiri hanya menyediakan tiket sebanyak 55.000. Sekarang saya akan bicara tentang kerinduan, murni kerinduan. GBK saat itu ramai oleh ribuan orang, anak kecil, remaja, dewasa, tua, semua penghapal Qur'an. Santri-santri tahfidz dari rumah tahfidz yang sama tahfidz, pakai seragam yang sama, pakai atribut yang kompak, ada yang pakai ikat kepala, bawa bendera, pakai selendang yang mirip selendang putri Indonesia (cuma tulisannya bukan putri Indonesia hahhaha), dengan sematan jargon-jargon yang menunjukkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur'an, menunjukkan semangat mereka menghapal Qur'an, seperti: "Siap Menghapal Qur'an", "Duta Al-Qur'an", dll. Pawai-pawai mereka pertontonkan di depan pintu masuk tribun GBK (yang kebetulan dekat dengan Stand yang saya jaga).

Mereka hapal Qur'an dan mereka bangga! Bunyi tetabuhan, kalimat-kalimat Allah, sholawat-sholawat nabi cair dalam satu irama yang membuat saya merinding. Saat pawai persis melewati stand yang saya jaga, tiba-tiba kerinduan itu benar-benar memuncak. Saya tiba teringat kisah pada saat proses penaklukan konstantinopel, di depan benteng Konstantinopel, pasukan perang kaum muslimin, membentuk barisan sepanjang belasan kilometer, barisan solat Jum'at terpanjang sepanjang masa! Saya rindu, dimana tentara perang pada malam sebelum perang bukan hanya menyiapkan fisik, tapi juga menyiapkannya dengan bacaan2 Al-Qur'an sepanjang malam. Siapa yang tidak rindu menyaksikan semua cerita tentang kejayaan Islam dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam buku sejarah! Saya benar-benar rindu, kerinduan yang mungkin sama dengan kerinduan semua.

Saya rindu pada masa dimana kebenaran dipandang sebagai kebenaran, kebathilan dipandang sebagai kebathilan. Bukan seperti jaman sekarang, orang mau mentaati ajaran agamanya malah dianggap sok alim, dianggap ekstrimis, sementara yang melanggar ajaran agama malah dimaklumi, dianggap wajar. Tapi melihat GBK saat itu, membuat saya sadar bahwa pelan-pelan kita menuju kepada kejayaan Islam, dan lagi-lagi itu bukan utopis, walau mungkin jalan masih panjang. Mereka-mereka, ribuan anak-anak kecil yang sekarang mulai menjadi penghapal Qur'an, ada yang bisa nebak akan menjadi apa mereka di masa depan? Akan seperti apa mereka membangun agama dan bangsanya saat dewasa nanti? Saya ga sanggup ngebayangin, yang pasti merupakan revolusi yang benar-benar baik. Siapun yang melihat GBK dan sekitarnya saat itu akan tersadar bahwa, "Sekarang Jamannya Q-Pop!". Ketika pawai lewat di depan mata saya, saya benar2 ingin menangis. Kenapa? Karena saya sedih waktu kecil saya ga bisa jadi penghapal Qur'an kayak mereka. Kedua, saya malu karena udah 21 tahun tapi Juz 30 aja belom apal barang 1/10 nya T.T, kalah sama mereka. Ketiga, saya takut ga bisa mendidik anak-anak saya nanti menjadi penghapal Qur'an. Keempat, saya takut umur saya ga cukup untuk menyaksikan kejayaan Islam kembali. T.T Mata tuh rasanya panas, andai saya ga lagi jaga stand, andai saya lagi dipojokkan, mungkin itu air mata udah meleleh. Saya bener2 ga kuat ngeliat 'pasukan-pasukan penghapal Qur'an itu, daripada saya bener2 nangis di depan umum, akhirnya saya paksakan diri untuk nunduk, ga mau ngeliat hahahhaha. MALUUUUUUUUUUUUUUUUUUU.....udah ah segitu aja ceritanya, saya ga tau apa yang terjadi di dalam tribun hingga acara selesai, berada di luar tribun dan menyaksikan semangat2 para penghapal Qur'an sudah lebih dari cukup untuk men'charge' saya...

Ayat-ayat Al-Qur'an sesekali terdengar hingga ke stand yang saya jaga, heeemm penasaran juga sama acaranya, suatu saat nanti saya harus jadi Wisudawati IMQ..! Bahkan rutin *ngimpi*!! Dan baru-baru ini saya tau ternyata acara IMQ 4 kemaren memecahkan rekor MURI sebagai acara wisuda dengan peserta terbanyak! Subhanallah...pesan saya buat tim Ust. YM, jangan kapok ngadain acara Wisuda IMQ di GBK, bahkan kalo perlu diadainnya di tempat yang lebih besar kapasitasnya dari GBK...mengenai stand PPPAshop, asli rame banget, dari pagi ampe siang, ampe menjelang sore, dari panas terik ampe ujan deres, ampe udah diberes2in pengen tutup masih aja ada yang beli........Luar biasa..oiya, denger2 dari kabar burung katanya ke depannya wisuda Akbar IMQ akan diadakan lebih dari satu kali dalam setahun, kita tunggu saja 'gebrakan2' dari tim Ust. YM selanjutnya...

Artikel Lainnya

7 komentar

  1. Smoga allah mendengar doa mu bu haji..

    BalasHapus
  2. waaah membacanya jadi ikut haru :') izin reblog nggih

    BalasHapus
  3. Reblogged this on Ruang Cahaya (^.^)/ and commented:
    :D *postingan yg jujur sekali*

    BalasHapus
  4. assalamualaikum, sungguh ceritanya mengharukan, apakah ukhti wisuda akbar ke 5 juga jadi relawan? saya ingin sekali bisa menjadi relawan wisuda akbar berikutnya. tapi tidak tau harus menghubungi siapa. mohon infonya supaya bisa jadi relawan wisuda akbar. ini email saya yundakartikasari@yahoo.co.id jika berkenan memberikan info lebih lengkapnya :)

    BalasHapus
  5. kebetulan sy ditawari lg, cm kmrn lg gak bs hehhee... ok nanti sy email yahh

    BalasHapus