Laut di Matamu

Juli 31, 2014

Membaca laut di matamu,
seribu sunyi runtuh
berganti paras mozaik kemarau
Aku biasa menghilangkan separuh
kata, menggantinya dengan manik
pasir tirus
Atau dengan awan awan sirus
si peredam resah bagi karang-
karangmu yang pecah
Aku biasa menyabut separuh alinea,
lalu menanamkan nyiur nyiur penakluk
gemuruh, menemanimu menari getir
di tepian ilusi dan riil
Atau tanpa satu bahasa pun,
Hadiah senja dan sepasang maleo ini,
sudahkah membuatmu lupa tentang
badai siang tadi?
Diam, dan bisu lah.
Bertahanlah tanpa kata, alinea dan
bahasa.
Dan hanya di laut matamu,
Dan aku menjelma buih putih


-buih yang singgah di tiap cuaca, buih
yang selalu ingin karam di matamu-




September, 2012
(pindahan dari blog lama)

Artikel lainnya:

0 komentar

Subscribe