Inspirasi

Mengenal Pasukan Singkong

Maret 06, 2015

images
Siapa suka singkong?

Kalau dialihbahasakan ke english, jadinya keren deh “Cassava’s Knight”. Mungkin Kak Like lah yang duluan menginisiasi kecintaan terhadap Singkong ini, sampai akhirnya singkong selalu jadi menu andalan tiap kali ngumpul.

Di catatan sederhana ini saya hanya ingin mengeletek (karna kosakata ‘mengupas’ sudah terlalu mainstream) satu-satu jatidiri anggota Pasukan Singkong ini. Sekaligus mengakui (saya harus jujur, walau saya benci mengakuinya), bahwa saya mengagumi pribadi mereka satu persatu, semuanya. Jangan tanyakan mengapa, jika kalian berkenalan langsung dengan mereka, kalian akan dengan mudah juga mengagumi mereka (sekali lagi, saya benci mengakui ini).

  1. Like Evebriani
Close Up!
Close Up!
Recuiter. Social Worker. Backpacker. Admirer of nature. Begitu yang tertulis di kartu nama Kak Like ini. Terkhusus untuk Kak Like ini sengaja saya tidak membongkar secara gamblang organisasi-organisasi maupun komunitas-komunitas apa saja yang di-rame-in olehnya, karna saya pun gak terlalu banyak tau hahhahaha. Yang saya tau Kak Like ini aktif di dunia traveller, komunitas-komunitas sosial, dan mungkin banyak organisasi genre lain. Karna level kecintaannya terhadap singkong lebih tinggi dari anggota Pasukan Singkong lainnya, tidak salah jika Kak Like ini dianugrahi jabatan ‘Emak gengss’ . Partner in galauw, sebutan yang pas untuk Kak Like. Walau hanya Tuhan yang tau sebenernya, apakah hidupnya sungguhan galauw atau hanya pencitraan saja di twitter? Fyi, Si Kakak lulusan Psikologi ini salah satu selebtwit Indonesia loh :-P Mau curhat? Cukuplah menatap matanya, kemudian ia akan membaca segalanya dari matamu *aseeeeekkkkdahhh*

  1. Anazkia

Ini nih, hobinya jalan-jalan.. bikin iri :(
Ini nih, hobinya jalan-jalan.. bikin iri :(
Jangan paksa saya cerita banyak tentang Kak Anaz. Kalian cukup buka google, lalu ketik “Anazkia”, niscaya akan keluar banyak informasi tentang Kak Anaz. Cukup google saja atau media pers yang bicara. Satu di sekian ribu aktivitasnya, Kak Anaz adalah Koordinator Blogger Hibah Buku, yang sudah banyak menanamkan saham kebaikan dengan cara membangun Taman Baca di pelosok Indonesia (sampai saat ini jumlahnya sudah puluhan). Kak Anaz ini pernah saya lantik jadi kakak angkat saya, “Kak, Kamu mau gak jadi kakak angkatku? Aku anak pertama, butuh sosok kakak.” Terlepas dari apakah Kak Anaz mengakui saya atau tidak ya, hahaha. Memori dari kombinasi sambel, terong cabe-cabean, lalap, ikan goreng, dan nasi bikinan Kak Anaz sulit sekali saya lupakan manteman. Jago masak merupakan keahlian lain dari sosok Anazkia. Jadi, kapan kamu membukakan pintu kosanmu lagi untukku, Kak? *ngelunjak*

  1. Novita Anggraini

Serius amat, Kak
Kuli kardus yang hidupnya gak akan bisa jauh-jauh dari tumpukan buku dan perpustakaan/Taman Baca. Salah dua aksi sosialnya, Kak Nopi ini aktif di komunitas 1N3B (1 Nusa 1 Bangsa 1 Bahasa 1 Bumi) dan menjadi Koordinator di gerakan 1 Juta Buku Untuk Anak-anak Indonesia (SAJUBU). Badannya ini barangkali lebih ringan daripada tumpukan buku yang diangkatnya, hahhaha. Seringkali saya dengar selentingan dari orang-orang bahwa Kak Nopi adalah ‘Si Manusia Sejuta Urusan’, ada aja yang diurusinnya, meeting ini meeting itu, sampai beberapa kali ia khilaf tentang kesehatan dirinya. Kak Nopi satu almamater dengan saya, baiklah sekalian promosi juga, kami ini lulusan Sekolah Analis Kimia Bogor (SMAKBo), Kak Nopi 2 angkatan diatas saya. Jujur, waktu sekolah kami gak begitu begitu dekat, kenal sih iya. Menjelang lulus dan setelah lulus baru kami menjalin kisah ini (yailaaaahhhh). Kak Nopi lah yang menggerek saya sampai bisa bersentuhan dengan Pasukan Singkong.

  1. Wilibrodus Marianus

Kak Wili waktu masih muda :p
Kak Wili waktu masih muda :p
Pria yang sedang mengabdi pada salah satu stasiun televisi swasta (sebut saja NET TV) ini, hobinya ketiduran di taksi dan di kosan, mungkin dia lelah. Kak Wili adalah jebolan Indonesia Mengajar angkatan 3 yang pernah ditempatkan di kep. Riau selama 1 tahun. Founder gerakan Buku Bagi NTT, sebuah gerakan yang dipicu oleh keprihatinan persebaran buku-buku di NTT karna keterbatasan akses. Meski lama berdomisili di Jakarta, Kak Willi berkali-kali kembali ke NTT, kampung halamannya, lewat kardus-kardus berisi buku yang ia kirim bersama tim relawan lain. Kak Wili nih suka paling semangat ngajak ngumpul bareng, tapi pada akhirnya kamilah yang harus menunggu ia datang berjam-jam kemudian. Entah mengapa meski lama menunggu, setelah Kak Willi datang dengan wajah polos sambil mengutarakan alasannya datang telat, kami selalu luluh dan akhirnya memahaminya. Malam jadi pagi, pagi tetap jadi pagi, begitulah takdir yang harus dijalani Kak Wili sehari-hari. Ya, kadang yang bikin saya terharu, di tengah waktu sihuknya kak Willi ini masih menyempatkan diri untuk kumpul bareng, hiks terharu... hiks.. hiks...

  1. Jaka Santana

Tampak samping
Tampak samping
Konon ia adalah mantan asisten trainner sebuah MLM, yang kalau presentasi bisa sampai ratusan slide, tapi sekarang sudah tobat. Pria asli kuningan ini (kuningan yang saya maksud nama daerah di Jabar loh, bukan nama campuran logam, jadi jangan bayangkan pria yang terbuat dari kuningan yak hahahahh), berkarya sebagai Community Manager di Indowebster. Aktif di Goodreads Indonesia (GRI), sebagai koordinator design, tau dong GRI itu apa? Kelompok yang menaungi para pecinta buku yang giat mengkampanyekan budaya membaca, GRI ini gaungnya sudah nasional loh. Selain itu Kak Jaka juga acapkali diperdayakan sebagai kontributor di DGI (Design Gratis Indonesia), sebuah organisasi yang belum resmi terbentuk hahhahah. Intinya sih Kak Jaka suka dimintain tolong nge-design e-flyer sama temen-temen komunitas, tapi tanpa bayaran, eh maksudnya dibayar tapi pake pahala sama yang Maha Kuasa :p

  1. Ken Mentari Tilammura
hemm.. hobi jalan-jalan juga ini mahh
hemm.. hobi jalan-jalan juga ini mahh
Muda. Energik. Aktif. Itulah kata yang representatif mewakili Kak Ken. Mojang yang suka lupa pulang ke Bandung ini, sudah malang membujur (karna malang melintang sudah terlalu mainstream, hahha) di Indocharity (ICHI). Salah satu program kegiatan ICHI adalah bimbel ICHI, bimbel gratis untuk anak-anak yang termajinalkan (saya gak bilang anak-anak marjinal yah, karna lingkungan lah yang memarjinalkan mereka) di daerah Kalibata. Saya ingat, pertama kali saya ketemu Kak Ken ini waktu Kak Ken dan teman-teman menggiring adik-adik bimbel Ichi berwisata museum di kawasan kota tua, dan saya ikut ‘ngerusuh’ disana (niatnya sih bantu momong adik-adik). Kak Ken punya sesuatu yang didambakan oleh semua wanita, Kak Ken punya....   tubuh yang Kurus.... KURUUUUUUSSSSSSSS.... KURUUUUUUUUUUUSSS

  1. Evi Yuniati

ihiiiwwww!
ihiiiwwww!
Co-founder gerakan ODOB (1 Day 1 Book). Pertama kali takdir mempertemukan saya dengan Kak Evi adalah di Festival Ayo Bantu Sekolah, sebuah event dari ID_Berkibar. Setelah pertemuan pertama itu, kemudian takdir seperti mempermainkan kami di pertemuan-pertemuan selanjutnya yang tidak kami duga-duga (cieleehhhh). Kak Evi memiliki perkerjaan rutin sebagai Sekretaris Kepsek di salah satu sekolah swasta. Sebelumnya juga Kak Evi aktif di Indonesia Menyala (satu induk dengan Indonesia Mengajar, hanya saja lebih fokus kepada pembuatan taman baca di daerah penempatan Pengajar Muda) dan menjadi salah satu orang yang ada dibalik suksesnya Indonesia Mengajar (saya lupa nih Kak Evi bagian apanya, support recuiter kalau gak salah, hahhaha). Oiya, kalian percaya gak ada Malaikat Tanpa Sayap? Kalau gak percaya, coba kenal dulu deh sama Kak Evi... hahhaha

  1. Salman Faris
    Nah.. nah.. nah.. gayanya kek Exmud bingit yak, hahaha
    Kak Salman waktu masih kurus :p
Setali tiga uang dengan Kak Evi, sampai-sampai saya menjuluki mereka dengan sebutan ‘sepasang sepatu: tak lengkap jika tak bersama’. Co-founder OBOD ini pun sejak beberapa bukan lalu diamanahi untuk memegang sebuah jabatan strategis, yaitu Presiden a.k.a Ketua Redaksi Blogfam (proookprooookkproookk), semoga kamu sukses mengemban amanat ini Kak. Kak Salman yang aseli Pemalang ini, di akhir tahun kemarin baru saja memutuskan resign dari tempatnya bekerja dulu, dan memilih bekerja sendiri sebagai konsultan keuangan (bener gak? Ya pokonya ekonomikus gitu deh). Perusahaan Anda butuh jasa audit keuangan? Hubungi Kak Salman! (tuh dibayar berapa coba ampe saya mau promosiin Kak Salman, hahha). Kak Salman ini punya banyak pengalaman travelling ke berbagai tempat, berbagai negara pula, bisa dibilang ia adalah salah satu travelblogger Indonesia.
  1. Salman Faris Alkatiri

KO7KMjnT
Kayak cover album religi yaahh *peace Kak :D

Loh kok namanya sama ama yang atasnya? Tenang kesalahan bukan terjadi pada mata Anda, yang ini bukan Kak Salman lagi, tapi Kak Aris. Mahasiswa semester delapan Universitas Gunadarma ini dianugrahi otak cerdas, hingga kelak ia akan lulus tanpa menepuh masa-masa krispi, eh skripsi maksudnya. Kalau liat tahun di tanggal kelahirannya, siapa yang bisa menyangka dengan usia semuda itu, Kak Aris adalah pembentuk gerakan Sagu_Maluku (Sinergitas Gerakan untuk Maluku) yang lahir sejak setahun silam. Yup, motifnya kurang lebih sama dengan Kak Willy saat menginisiasi terbentuknya Buku Bagi NTT, sebagai putra aseli Maluku, Kak Aris ingin kembali ke Maluku lewat kardus-kardus buku untuk pembangunan peradaban budaya membaca disana. Btw, Sagu Maluku ini lagi ada project penjualan Buku Antologi Cerpen Inspiratif loh, yang keuntungannya nanti akan dialokasikan untuk taman baca-taman baca di Maluku, yuk ah kalau tertarik membeli bisa klik www.sagumaluku.org/belibuku/

  1. Arie Haryana

Nah, kalau yang ini mirip poster pilem Twilight versi Indo :D
Nah, kalau yang ini mirip poster pilem Twilight versi Indo :D

Baru-baru ini dijebloskan ke dalam Pasukan Singkong, kami mengenal Kak Arie ini sejak persiapan event KORSI Desember Silam, event yang gak jauh-jauh dengan Kamera Lubang Jarum a.k.a Pinhole Camera. Anak muda yang tergabung dalam KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia) ini punya banyak prestasi di bidang fotografi terkhusus pinhole camera. Sayangnya, sejak seminggu lalu karna alasan kesehatan, Kak Arie membuat keputusan untuk kembali menetap di Bandung sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan :( mungkin selamanya. Padahal belum semeja bareng-bareng sambil ngopi dan makan singkong. Tapi asik kali yah kalau nanti kita bikin modus ngadaian acara apa gitu di Bandung, padahal niatnya mah untuk ngerusuhin Kak Arie, kece gak idekku? Hahahahha

  1. Monika

Kak Mon ini juga baru saja dijeblokan ke dalam Pasukan Singkong, saya belum jauh mengenal Kak Mon secara personal. Kak Mon sehari-harinya adalah suster di suatu rumah sakit swasta di Jakarta. Dan dia adalah bagian dari pasukan Buku Bagi NTT. Satu hal yang saya ingat dari Kak Mon ini, yaitu namanya yang agak-agak bikin galau. “Kak, bisa gak nama kamu diganti aja? Jangan Monika. Kok aku jadi galau ya kalau nyebut namamu, Monika.. Monika.. Monika.. kok aku jadi semakin galau...” hahahhah, ya, itu hanya sekelumit celetukan abg kece macem saya :p

Sebenernya ada lagi bagian dari Pasukan Singkong, yaitu Kak Tika, beberapa kali saya ketemu dia di Perpustakaan Museum Bank Mandiri. Tapi saya gak mengenal banyak tentang Kak Tika ini, jadi belum bisa nulis singkat tentang dia. Ayo, dong Kak Tika kita makan singkong bareng! Hahahha

Dan kalau kumpul itu, 60% bercanda, 20% ngemil, 15% curhat, dan 5% sisanya baru deh serius ngomongin project bareng, hahhaaha.
Lalu apa inti dari tulisan saya ini? Maksudnya apa? Baiklah, anggaplah saya sebagai obeserver, Kaks (kenapa Kak pake ‘s’? karna jamak kek bahasa inggris hahhaha), saya cuma mau pesan.. Teruslah bergerak, atas nama pribadi, kelompok, organisasi, maupun sekedar atas nama manusia yang sedang memanusiakan diri sendiri. Indonesia bangga punya kamu, Kaks. Dan saya senang bisa mengenal kalian, satu persatu pribadi kalian sangat menginspirasi hidup saya (serius banget ya saya kek lagi ujian :p).

Jadi, kapan kita makan singkong bareng lagi?

With love,

diazaurus008

Artikel Lainnya

8 komentar

  1. singkongnya direbus dulu sebelum digoreng biar empuk, sambelnya sambel sagu euanak pol :D

    BalasHapus
  2. Weeehhh travel blogger Indonesia hahaha, amin2

    BalasHapus
  3. […] Like yang baru-baru ini dikultuskan menjadi Emak para singkongers (baca tentang Pasukan Singkong disini), Kak Anazkia, Kak Salman, Kak Willy, Kak Iwan dan Istri, Kak Nita dan si mungil Queen, Diaz, Ken […]

    BalasHapus