Syarat ke Gua Pindul: Harus Bahagia!

Agustus 02, 2015

Syarat ke Gua Pindul: Harus Bahagia!
Gua Pindul
Gua Pindul terletak di desa Bejiharjo, Gunung Kidul, DIY. Jara`knya  kurang lebih 45 km dari Stasiun Lempuyangan. Memang tidak ada angkutan umum untuk mencapainya. Tapi para wisatawan dapat memanfaatkan paket antar jemput tour yang ditawarkan. Gua Pindul merupakan wirawisata yang dikelola secara mandiri oleh karang taruna dan perangkat desan setempat, dan bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata. Setiap harinya kurang lebih 800 pegawai dipersiapkan untuk menyambut wisatawan.

“Yang lagi galau, bisa ditinggal dulu. Habis dari Gua Pindul, bisa di bawa lagi seperti biasa.”

Seperti itulah, kalimat yang ditulis diatas papan kayu, lalu ditempel di tempat penyimpanan ban “tube”.  Mungkin tak banyak yang memeperhatikan tulisan itu, tapi saya memperhatikan, bahkan jadi geli sendiri. Konon, cuma ada satu syarat untuk memasuki wirawisata Gua Pindul, dan harus sangat diperhatikan, yaitu: harus bahagia. Iya, bahagia. Begitulah yang sering diulang-ulang oleh pemandu wisata saat memberikan pengarahan kepada pengunjung. Pemandu-pemandu wisata yang berasal dari desa setempat, yang sudah dibekali pengetahuan mengenai Gua Pindul dan ketrampilan berkomunikasi, siap menangani kurang lebih 5000 pengunjung Gua Pindul setiap harinya. Dan di hari itu, kami, rombongan 9 orang, menjadi bagian dari pengunjung, dipandu oleh Mas Hasyim, pemuda yang begitu jenaka, atraktif, dan kekinian, tak ayal membuat cave tube pertama saya begitu menyenangkan.

Cavetubing adalah istilah jelajah gua vertikal dengan menggunakan tube ban. Peralatan cavetubing tidak terlalu rumit dan tidak diperlukan keahlian khusus untuk melakukannya. Cocok bagi pemula yang ingin mengintip eksotisme stalagtit & stalagmit di dalam gua tanpa repot-repot latihan dan pembekalan. Menggunakan pelampung, lalu mempercayakan bobot tubuh diatas sebuah ban “tube”, masing-masing kami pun dilarungkan diatas sungai. Membentuk barisan tube, mengapung bersama-sama, dan cave tubing pun dimulai!

Gua Pindul adalah gua yang masih aktif, terbukti dengan masih adanya tetesan-tetesan air yang jatuh dari stalagtit. Baiklah, sedikit saya ulas kembali tentang stalagtit dan stalagnit, stalagtit adalah batuan yang tumbuh dari atap gua menuju bumi, sedangkan stalagmit adalah batuan yang tumbuh dari dasar gua menuju atap gua. Kami menyusuri Gua sepanjang 350 meter dengan kedalaman sungai yang bervariatif, antara 1,5 – 15 m. Dari segi intensitas cahaya, Terdapat 3 zona dari Gua Pindul, yaitu bagian terang, remang-remang , dan bagian gua yang gelap total, tidak ada cahaya sama sekali selain dari senter. Mula-mula kami memasuki zona terang, kami disambut oleh 2 kolom yang berjajar seperti kembar, karna bentuk dan ukurannya yang hampir sama. Kolom adalah sebutan dari dari stlagtit dan stalagmit yang tumbuh bersama. Penghuni gua di zona terang ini adalah kelelawar pemakan buah. Ada juga stalagtit tirai yang bentuknya bukan menjulur ke bawah sungai, melainkan membentuk lipatan-lipatan melebar seperti tirai. Di zona remang-remang, ada sebuah stalagtit yang jika dipukul akan menghasilkan bunyi gaung seperti gong. Lalu sebuah stalagmit yang ukurannya tidak terlalu besar, namun jika dipegang oleh laki-laki mitosnya bisa menambah keperkasaan laki-laki. Di serangkai stalagtit tirai berukuran kecil, konon pula jika wajah wanita terkena tetesan air dari situ, maka dipercaya bisa menambah kecantikan. Maka berebutlah wanita-wanita menengadahkan wajah di bawah stalagtit itu, berlama-lama menunggu sampai ada tetesan air yang jatuh! Zona remang-remang di akhiri dengan sebuah stalagtit terbesar di gua pindul, dengan diameter 5 m, dan panjang 8 m.  Setelah melewati stalagtit tersebut, kami memasuki zona gelap. Penghuni zona gelap ini adalah kelelawar pemakan serangga, yang ukuran tubuhnya tidak terlalu besar. Kelelawar-kelelawar tersebut mengukir rumah-rumah mereka di atap gua yang merupakan batuan kapur, sehingga mudah dibentuk. Setelah zona gelap, kami kembali memasuki zona terang, tanda bahwa 320 m aliran sungai yang menaungi Gua Pindul sudah kami khatamkan. Di zona itu, kami melepaskan tube, dan berenang dengan pelampung. Terdapat tebing-tebing kecil, yang cocok untuk bernarsis-ria atau lompat indah sungguhan (ini yang suka dipakai sebagai tempat-tempat suting). Kedalaman di zona terakhir ini pun hanya 1,5 m, tapi tetap perlu kehati-hatian karna di dasarnya adalah batuan-batuan stalagmit.

Selain cavetubing, wirawisata Gua Pindul juga menawarkan beberapa pilihan paket wisata lainnya, seperti: Susur Gua, Rafting, Omah Outbound, field trip, dll. Atau sekedar ingin mengintip keceriaan anak-anak yang sedang belajar di Sekolah Pindul? Sekolah Pindul adalah sebuah tempat belajar non-formal berbasis wisata, yang tidak berorientasi pada keuntungan, terlatak di dalam wirawisata Gua Pindul, muridnya? Tentu saja anak-anak dan warga desa setempat. Berasal dari luar kota? Tentu saja tersedia homestay yang merupakan rumah-rumah warga, dengan rate harga yang tidak terlalu mahal per malamnya. Tapi booking jauh-jauh hari, ya! Nah, keesokan harinya setelah puas jelajah Gua Pindul, puluhan pantai yang berjajar di Gunung Kidul bisa jadi destinasi selanjutnya.

Wirawisata Gua Pindul tidak bercerita mengenai tempat liburan mewah nan prestis. Wong letaknya di desa, yang berkilo-kilo jauhnya dari pusat kota. Tapi wirawisata Gua Pindul bercerita tentang kearifan lokal, tentang swasembada masyarakat desa. Gua Pindul bercerita mengenai betapa karang taruna, yang notabene merupakan organisasi kepemudaan, mampu menjadi pilar penopang manajemen wisata. Gua Pindul bukan tempat yang cocok untuk dijadikan tempat pamer foto status dan location di media sosial. Gua Pindul adalah tempat yang cocok bagi kamu yang ingin menitipkan segala penat dan jenuh sekaligus menemukan udara dan makna baru di sebuah kebudayaan yang begitu bersahaja, dan tentu saja sambil belajar mengenai jelajah gua. Rasanya sayang jika hanya tho berwisata, dan menghisap keindahan alam Gua Pindul lalufoto-foto semata, banyak hal yang bisa dipelajari di kawasan wirawisata Gua Pindul, diluar soal wisata.

Jadi, berminat sejenak meninggalkan galau di Gua Pindul dan berbahagia disana? Informasi detail bisa dicek di www.guapindul.net
Ini resume perjalanan menuju Gua Pindul kalau dari Jakarta:
Transportasi :
Start
Finish
Via
Rate
Durasi
St. Senen
St. Lempuyangan
Kereta
75.000 – 270.000 (tergantung kelas)
8 – 10 jam
St. Lempuyangan
Wirawisata Gua Pindul
Mobil sewaan
(avanza/luxio)
500.000/hari (include driver, bensin)
1 – 1,5 jam

Akomodasi & Konsumsi
Deskripsi
Harga
Tiket masuk gua pindul
10.000/orang
Homestay
40.000/malam/orang (include sarapan)
Paket Cave Tubing
35.000/orang
Makan
15.000 – 30.000/orang (tergantung tingkat kerakusan)


(Catatan lawas yang lama tersimpan di laptop, setelah perjalanan ke Gua Pindul, 14-15 Juli 2015)

Gambar dari: papuytraveler.blogspot.com/2013/09/gua-pindul.html

Artikel lainnya:

0 komentar

Subscribe