Ulasan

Tentang QT53, 8-9 Agustus 2015 #together2remember

Agustus 12, 2015


"the quality time of gladian naftalent forces!"

Kaos tampak belakang
Tanggal 8-9 Agustus 2015 lalu akhirnya terealisasi juga acara reuni lulusan ke-53 Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBo), di Puncak, Bogor. Kami yang menyebut diri sebagai gladian-gladian "Naftalent", tahun 2015 ini resmi 8 tahun saling kenal, sejak pertama kali masuk SMAKBo 2007 silam. Acara yang digagas oleh Alex (Anak Jelex a.k.a Mirza Nur Fadillah), selaku ketua angkatan, sengaja dibuat 4 tahun setelah lulus. Mengapa? Umumnya Lustrum diadakan setiap 5 tahun, namun lustrum 53 terhitung dari tahun kelulusan, maka jatuhnya di tahun depan yang berbarengan dengan Lustrum SMAKBo. Nah, makanya reuni dimajukan di tahun ini, biar gak dobel-dobel Lustrumnya di tahun depan.
Photoboothnya yang kekecilan, apa orangnya kegedean?

Acara yang diketuai oleh Bangun (Herbangun Pangestu), mulai diolah pada Februari 2015. Persiapan yang cukup lama, bukan? Dibentuklah tim panitia kecil sebagai Event Organizer Amatir untuk event ini. Lebay amat sik kumpul angkatan aja pakai bikin panitia kek mau Agustusan? Eiits, iya dong, misi si Alex itu untuk mengeliminasi persepsi calon peserta tentang kegaringan acara yang terlalu mainstream, atau acara kumpul yang gitu-gitu aja. Gimana caranya biar "sekali tapi berarti, sebentar tapi bermakna", xp. Dari mulai penentuan tanggal acara hingga sepakat banyak melalui perdebatan yang alot, drama-drama kecil, sampai nada-nada pesimistis. Sampai tim EO amatir ini memutar strategi, menurunkan rate harga, tanpa kehilangan esensi. Oiya, acara yang terlanjur keren kemarin pun tak luput dari peran donatur yang berasal dari teman-teman kita sendiri, loh!

Apa yang kamu bayangkan dengan uang 200rb untuk sebuah acara reuni 2 Hari 1 Malam?
Acara yang bertajuk "Quality Time Naftalent Forces, Together to Remember" atau singkatnya QT53 mencoba menawarkan paket berupa: (mirip promo tour organizer amat)
- akomodasi di villa dengan fasilitas mewah
- Makan 3x
- Souvenir berupa kaos ketjeehh dan gelas ganteng
- peluang mendapat hadiah games dan doorprize
- Quality Time yang membuatmu lupa terhadap gadget, full of atraction, laugh and LOVE dengan teman-teman lama jaman militan yang gak bisa kamu lupakan seumur hidup

Dan eksekusinya pun tak jauh panggang dari api, alias bisa dikatakan sukses. Meski secara kuantitas peserta jauh dari target, tapi  sungguh tidak semerta-merta mengurangi kualitas.
Gak percaya? Baiklah, Buat kalian yang lagi gak bisa ninggalin urusan kuliah, kerja, bisnis, keluarga, atau bahkan karna kondisi fisik yang sedang tidak mumpuni pada tanggal yang sudah lewat tersebut, saya coba rangkum sedikit mengenai acara QT53 tersebut.

Pukul 08.00 dijadwalkan kumpul di SMAKBo untuk konvoi ke villa, kebanyakan pakai motor, beberapa naik mobil. Setelah melewati macet-mecet greget dan bikin gemes di ciawi dan gadog, sekitar 11 siang hampir semua peserta sudah sampai di Villa. Gladian yang baru pada datang dan masih cakep-cakpe langsung diarahkan ke foto booth, bergaya sesukanya dengan berbagai properti foto. Saya dan beberapa  orang gak terlalu merhatiin siapa-siapa yang sudah datang, karna sibuk menyulap halaman samping villa menjadi arena outbond alakadarnya. Khanan selaku registrator, mencatat hampir 50 gladian yang datang, beberapa gladian menyusul datang malam.

Ceritanya Outbond

Bada' dzuhur, sekitar jam setengah 2 siang, Alex membuka acara. Dan mempersilahkan tim acara siang untuk mengambil alih acara. Beberapa permainan outbond yang agak-agak bodoh dan ciamik sudah disiapkan tim acara siang, ditambah games impovisasi dari Bangun dan Alex.
Akan antusiaskah teman-teman? Dulu waktu MOS digiring outbond sama kakak kelas mungkin masih ngikut-ngikut, ini digiring outbond sama temen seangkatan sendiri, dengan tantangan yang agak-agak bodoh, apa masih mau nurut? Saya sempat pesimis, akan garing gak ya? Tapi kenyataan berputasr 180 derajat dari pesimistis saya. Ketika outbond semuanya ancurrr lebur, petjah, antusias, pada minta nambah, tak ada satu detik pun berlalu tanpa ketawa, teriak-teriak, bahkan sampai bergelimpangan korban-korban yang cedera.

Dimulai dengan "Tangtangan"

Masing-masing tim menyusun strategi game "tangtangan"
Outbond dimulai dengan sebuah games yang sebut saja "Tangtangan". Sungguh penamaan game tersebut tidaklah direncanakan, terjadi begitu saja ketika Ari Rinaldi terpilih menjadi Leader salah satu kelompok dan ketika briefing dengan timnya, dia berkata:

"Jadi.. kita dikasih tangtangan nih.." *dengan kental logat tasik*

Tangtangan, bukan tantangan. Semenjak itu habislah si Ari dibully karna Tangtangannya...
Game Tangtangan ini gak lucu-lucu banget tapi lumayan bikin tegang dan keringetan. Gladian dibagi menjadi 2 kelompok besar, lalu fasilitator membriefing Leader mengenai misi game tersebut. Nah Leader lanjut briefing ke anggota tim sambil menyusun strategi. Ada 3 zona yang harus dilalui, pemenang game adalah kelompok yang pertama kali memutus tali dengan lilin. Tali yang putus dengan harmonisasi gaya gravitasi dalam sepersekian detik akan menyuguhkan sebuah spanduk yang isinya kata-kata ndalem tentang kebersamaan. (walau kenyataannya pas talinya putus itu spanduk agak tersendat-sendat juga kebukanya).
Yah, pokoknya menangtang banget lah! Basahan-basahan, lulumpatan, lempar-lemparan, gaduh!

Menjelma "Pasukan Buta"

ekspresi tawa nonstop
Permainan paling bodoh. Gak menyita tenaga banget sih, tapi asli bodoh sangat. Anak orang matanya ditutup, gak boleh ngomong, disuruh muter-muter keliling halaman, nyari benda-benda sesuai permintaan fasilitator. Jalur komunikasi cuma lewat tepokan bersambung antar anggota tim. Tapi ada aja yang manfaatin suasana, instruksinya kan tepuk bahu atau pinggang teman di depannya, eh malah keenakan ngelus-ngelus, bukan nepuk. Makjang!!! Ini game yang bikin sakit perut, ngakak guling-guling sambil ngunyahin rumput. Mau yang lagi tanding, mau yang lagi nonton semuanya ketawa. Saya masih heran, kenapa manusia-manusia usia 23 tahun bisa larut dalam irama permainan bodoh tersebut ya? hahaha. Untuk "Pasukan Buta" ini peserta dibagi menjadi 6 kelompok. 3 kelompok pertama tanding, lalu 3 kelompok lainnya tanding. Gantian gitu tandingnya. Pemenangnya adalah kelompok tercepat yang dapat menunaikan misi pengumpulan benda-benda tsb. Karna tandingnya juga 2 batch, kebayang dong jadi ada finalnya segala. Bener-bener harus punya kondisi fisik perut yang fit untuk ketawa, sungguh menggelitik!

Cooling Down, dengan "Stick n Ball"

Permainan penutup, yang cenderung statis di tempat. Gak pake lari-lari, raba-raba, dsbg. Instruksinya pun simple. Ada dua tim yang bertarung, sesuai tim di game "Tangtangan". Permainan yang harusnya bisa selow, tetep aja berlangsung dengan teriak-teriak heboh dan loncat-loncat. Pemenangnya berdasarkan tim yang paling banyak masukin bola ke ember lewat jalur 2 tongkat.  (gak usah dibayangin).

Usai Outbond yang selesai jam 4 sore beberapa makhluk udah otomatis nyebur ke kolam renang. Sisanya menikmati acara bebas sampai jam 7 malam.

Acara Malam: Antara Kekinian dan Baperian

Acaranya malam, sedikit ngaret dan baru dimulai jam 8. Sebelumnya beberapa orang bakar-bakar sosis dan jagung sebagai ransum di acara malam. Fitri dan Panco selaku MC dengan segenap kekinian dan tumpah darah mereka, membawa suasana malam menjadi sama sekali gak selow. Petjah.

Games Malam 

kemeriahan acara malam
Dibuka dengan video treaser, lalu lanjut ke game tebak wajah. Wajah-wajah yang ada di video treaser tadi ditampilkan secara misterius, misal idungnya aja, bibirnya aja, bulunya aja, dll. Game ini perorangan, siapa yang paling cepat menebak benar langsung dapat hadiah.
Dan dimulailah game per kelompok. Gladian dibagi menjadi 3 kelompok, yang akan terus bersama-sama hingga akhir game. Game pertama adalah tebak lagu. Beruntung di tim saya anggotanya kekinian semua, jadi tau judul dan penyanyi lagu walau baru diputar 1 not, hahah. Kehebohan terjadi ketika perebut-rebutan jawab, jadi masing-masing kelompok ini dibekali dengan bel yang berbeda-beda. Priwitan, kecrekan, dan bebek-bebekan yang bisa bunyi. Bayangi, 3 bel itu bunyi di detik yang hampir berbarengan. Anccoooorr dah, hahha.
alisnya Aris lagi diobok-obok
Setelah itu dilanjut dengan lomba melukis alis cetar. Masing-masing tim harus lapang dada mengobarkan satu anggita timnya untuk diobok-obok alisnya dan dipermalukan di panggung catwalk. Ini bukan soal alis terbaik, tapi alis tercetar. hahah. Ya, macam-macam lah kreasinya.

Lalu tibalah pada lomba final, yaitu lomba karaoke. Sayangnya, penilaiannya bukan tim mana yang menampilkan penampilan panggung terbaik dengan pitch control, koreografi, dan ketepatan nada terbaik. Penilaian berdasarkan penampilan tim yang paling heboh. Tim yang kalah pada akumulasi penilaian games malam akan dikorek abis-abisan di ajang "Truth or Only Truth". Serem kan? Tim saya kebagian lagu "Goyang Dumang", alhasil demi mempertahankan harga diri, kami joget pol-polan. Aris ngedangdut maksimal.

Dare to be truth or only truth?

Ini nih klimaks. Satu tim dengan perolehan nilai terendah dipajang di depan, dalam ajang Truth or Only Truth. Gak ada pilihan lain selain jujur. Semua bebas bertanya tentang apapun diluar unsur SARA kepada masing-masing anggota tim yang kalah. 1 orang maksimal mendapat 2 pertanyaan. Bisa ditebak, pertanyaan-pertanyaan di ajang ini adalah pertanyaan tentang kasih tak sampai, mantan terindah, dan tragedi ditinggal kawin. Baperisasi. Diiringi dengan backsound lagu-lagu mellow, (tolong-tolong tissue tolong, hahhaa).

Heart to Heart

Usai games, tibalah pada sesi perenungan. Dibuka sesi heart to heart bagi siapa saja yang punya ide, uneg-uneg, saran mengenai mau dibawa kemana Naftalent pun hubungannya dengan almamater. Gak disangka yang biasanya silent-silent kalem jadi banyak kasih masukan untuk angkatan. Sesi ini dinotulensi secara apik oleh si Fitri. Jam sudah menunjukan hampir tengah malam, sebenernya masih banyak gladian yang antusias untuk bicara, tapi kami beranjak ke acara penutup di malam itu: pelepasan lampion.

Lampion Cinta

Gegayaan doang, padahal mah lampionnya pada gak bisa terbang

Hampir tengah malam, Gladian digiring kembali ke halaman samping villa. Mula-mula instruktur lampion menjelaskan cara penggunaan lampion. Lalu langsung dipraktekan, 1 lampion dilepaskan oleh 2-3 orang karna terbatasnya jumlah lampion. Dari belasan lampio yang disediakan, gak semuanya bisa terbang, hanya beberapa. Ada yang nyebur ke kolam renang, ada yang robek, ada yang kebakar, ada yang terbang tapi nyangkut di pohon sampe mati sendiri. Namun takdir menuliskan ada 1 lampion yang terbangnya paling tinggi, mungkin sampai troposfer, hahah. Adalah lampion cinta, yang dilepas oleh duo Herny dan Egi. Ny, Gi, terserah kalian mau ngelanjutin kisah Lampion Cinta atau hanya berhenti di catatan ini saja xp.

Seiring dengan terbangnya lampion cinta, ditutup pulalah acara pada malam itu. Sebagian gladian beranjak tidur, sebagian lain bergadang sampai pagi sambil merenungi nasib.


QT53 Lip Dub Project: Mendadak Ngartis!

Persiapan di salah satu scene video Lip Dub
Esoknya, setelah sarapan, semuanya kumpul lagi untuk pembagian hadiah games dan doorprize. Selamat! Selamat kepada para pemenang! Setelahnya dilanjut dengan briefing tentang QT 53 Lip Dub Project. Jadi kami mau mempersembahkan video untuk para gladian yang berhalangan hadir, agar bisa ikut juga merasakan kebahagiaan dan keseruan QT53. Pak Sutradara sekaligus kameramen dan merangkap editor juga, siapa lagi kalo bukan Wisnu, setelah briefing langsung mengeksekusi pembuatan video lip dub tsb. Jadilah gladian mendadak ngartis! 1 scene bisa berkali-kali take, apalagi yang di kolam renang, si Embe (Rian Juniar), sampe 6x diceburin ke kolam, alibinya sih sebagai latian. Intip videonya di link ini ya: QT 53 Lip Dub Project

Menjelang siang, para gladian silih berganti pamit pulang.
Gaes, sampai jumpa di fase kehidupan selanjutnya!

"..hingga sampai suatu hari nanti kita akan bertemu lagi, berbagi cerita terbaik dari hidup ini..."

I'M GLAD TO BE A GLADIAN
(tulisan di kaos)

 Catatan kaki:
- foto dan video dubmash bisa diintip di instagram @naftalent53
- foto-foto dalam postingan ini diambil tanpa ijin dari kameranya Ari

Artikel Lainnya

0 komentar