Jantung Sehat Sejak Muda, Why Not?

September 11, 2016

Usia muda tak menjamin bahwa seseorang bisa terbebas dari penyakit jantung. Anak-anak muda yang sering menerapkan gaya hidup barbar, alias semua dimakan, asal enak, asal senang, asal gampang juga rentan terhadap resiko penyakit jantung. Mencegah penyakit jantung erat kaitannya dengan gaya hidup kita. Seperti yang disebutkan dalam European Journal of Preventive Cardiology, bahwa kebiasaan gaya hidup yang baik membantu melindungi seseorang terhadap penyakit kardiovaskular (CVD).

Gaya hidup sehat itu ibarat sebuah sistem yang perlu dibangun lama. Sebenarnya beberapa gaya hidup sehat yang dirangkum dari berbagai sumber ini mudah diterapkan sejak usia muda, lho!

1.    Menjaga Pola Makan Sehat

Seringnya kita terjebak pada paradigma bahwa sayur dan buah adalah makanan pendukung, padahal sayur dan buah termasuk dalam makanan utama. Sebuah studi pada tahun 2011 bertajuk “American Journal of Clinical Nutrition” menemukan bahwa asupan tinggi sayuran dikaitkan dengan penurunan risiko kematian yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. Pakar nutrisi menganjurkan,  jumlah asupan sayur dan buah yang dianjurkan mencapai 25-30 gram perhari. Selain itu, karbohidrat tinggi dapat meningkatkan kadar gula yang akan mempengaruhi fungsi aliran darah. Sekaligus mengakibatkan resiko penyakit jantung semakin membesar. Jadi, mengurangi konsumsi karbohidrat tinggi adalah cara paling bijak yang dapat dilakukan saat ini. Mengganti sebagian porsi karbohidrat dengan semangkuk penuh sayur dan beberapa porsi buah bisa menjadi pilihan untuk mengenyangkan sekaligus menyehatkan.

2.    Menjaga Kualitas Tidur

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa tidur yang cukup (didefinisikan 7-9 jam) sebagai faktor peningkat manfaat jantung hingga 83%. Namun jika tidur cukup menjadi hal yang sangat nisbi, minimal yang harus dilakukan adalah menjaga tidur agar tetap berkualitas. 

Bagaimana agar tidur menjadi berkualitas? 

Para ahli merekomendasikan tidur di tempat yang tenang, serta benar-benar gelap untuk merangsang produksi melatonin agar meningkatkan kualitas tidur. Melatonin berfungsi untuk memungkinkan tubuh melakukan fungsi perbaikan metabolisme rutin yang diperlukan dalam membantu mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan yang prima. Mudah, ‘kan?

3.    Menghindari Stress

Sebuah penelitian dari University College London menyebutkan bahwa stress di tempat kerja meningkatkan risiko terkena serangan infark jantung  sebesar 23%. Stress antara lain dipicu tuntutan yang terlalu tinggi, tetapi pekerja tidak memiliki kendali, menyangkut bagaimana dan kapan mereka harus mengerjakan tugas bersangkutan. Studi lain menyebutkan bahwa penyebab sakit jantung yang paling utama pada wanita adalah stress, terutama akibat tekanan yang berkaitan dengan masalah keuangan, kehilangan, atau penyakit. Ehem, jadi bagi para wanita olahrasa pun sama pentingnya dengan olahraga. Jadi, mulailah mengendurkan urat-urat stress dengan meluangkan waktu untuk hobi, berlibur, menonton film komedi, bercanda dengan teman-teman, dan banyak cara lainnya.

4.    Olahraga teratur

Teratur ya, bukan olahraga  berat dan berlebihan. Pernah dengar kan berita ada orang yang meninggal dunia setelah olahraga berat? Yap, berolahraga tentu saja memiliki manfaat bagi tubuh, namun harus dibatasi dan tidak boleh dilakukan secara berlebihan.

Lalu seperti apa porsi olahraga yang pas?

Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association, ternyata olahraga selama satu jam saja sudah cukup untuk menurunkan risiko terkena gagal jantung hingga 46%. Wow!

Beberapa contoh olahraga ringan yang dapat dilakukan sambil refreshing, diantaranya:

Berjalan kaki atau Lari
Dengan berjalan kaki atau lari selama 30 menit akan sangat  membantu mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner. Lari sudah bukan lagi dianggap sebagai olahraga kuno. Terbukti dengan maraknya event-event lari masal dengan  beragam tema seperti colour run, run for charity, eco run, dll. Sebagai anak muda, olahraga lari kekinian itu bisa dijadikan  bagian gaya hidup.


Berenang
Berenang adalah seperti latihan aerobik, berfungsi untuk memperkuat jantung, tidak hanya membantu jantung  lebih besar, tetapi membuatnya lebih efisien dalam memompa darah yang mengalirkan ke seluruh tubuh dengan baik. Penelitian juga menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat memerangi respon inflamasi tubuh – salah satu penyebab penyakit jantung.

Bersepeda
Bersepeda merupakan bagian latihan kardiovaskular yang dikenal rendah resiko dibanding lari misalnya. Tidak hanya membakar kalori dalam tubuh kita, penelitian yang dilansir dalam majalah bersepeda ‘Ridebike’ menyebutkan bahwa sebuah hasil penelitian dari British Medical Association menyatakan bahwa dengan bersepeda dengan jarak tempuh 35 kilometer dalam kurun waktu satu minggu dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 50%.

5.    Berhenti Merokok dan Menghindari Asap Rokok



Meski sudah diketahui secara umum bahwa rokok berbahaya untuk kesehatan jantung dan paru-paru.  Bahaya rokok memang tidak langsung berdampak cepat menurunkan kesehatan, tapi 20-30 tahun dari sekarang anak-anak muda pecandu rokok baru akan merasakan dampaknya. Berhenti merokok menjadi point paling sulit diantara point-point lainnya. Bagi perokok, komitmen untuk bergaya hidup sehat dapat dimulai dengan mengurangi merokok. Kemudian pelan-pelan berhenti merokok.

6.    Bergabung dengan Perkumpulan yang Peduli Terhadap Kesehatan 

Berada dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat sangat mempengaruhi kesetiaan komitmen untuk mewujudkan pola hidup sehat. Salah satunya, Yayasan Jantung Indonesia sebagai lembaga nirlaba membawa visi “Pelopor Gaya Hidup Sehat”, memiliki program Klub Jantung Sehat dan Klub Jantung Remaja.

Kematian memang rahasia yang paripurna, sekaligus pasti. Menerapkan gaya hidup sehat untuk jantung sehat pun tak menjamin kita berusia lebih panjang. Tapi dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak muda sehingga kualitas hidup kian membaik, bukankah merupakan wujud rasa syukur atas kehidupan?

(baca juga artikel saya tentang pensil dan ide: Ide dan Kreativitas dalam Lintasan Zaman)

Artikel lainnya:

0 komentar

Subscribe