Ulasan

Mudahnya Merencanakan Liburan dengan Traveloka Xperience!

Oktober 13, 2019

Menjalani hari-hari sebagai pekerja eight to five, ditambah  menghadapi kepadatan kota di ruas-ruas jalan yang sama dari hari Senin sampai Juma dan bertemu dengan orang-orang yang sama, alias yah kehidupan yang sedikit monoton tersebut tak elak membuat saya mudah sekali terkena burn out. Buat yang masih asing dengan istilah burn out, saya kutip pengertian dari Wikipedia :
Burn out adalah istilah psikologi yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang terlalu membebankan tenaga dan kemampuan seseorang.
Sekali lagi, menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat perasaan tuntutan yang terlalu membebankan~

Sebagai usaha untuk mengatasi burn out, saat weekend saya isi dengan kegiatan yang saya sebut sebagai upaya "life balancing", di luar kebutuhan duniawi (baca : bekerja rutin). Misalnya berkomunitas, menyalurkan hobi, dll. Namun ketika kegiatan life balancing lainnya sampai juga pada titik jenuh, yang biasa saya lakukan adalah : go to somewhere to solo trip!

Saya tidak bisa tidak mengelak, menikmati perjalanan antar kota sendirian adalah hal yang sangat saya nikmati. Ada sensasi-sensasi tak tergantikan ketika melakukan perjalanan sendirian (solo trip) dengan berpergian ramai-ramai (travelling yang niat maksudnya). Sementara kalau solo trip niatnya memang untuk kebutuhan batiniyah : salah satu cara mengatasi burn out, normalisasi ritme hidup, ambil jarak dengan rutinitas untuk me-redefine kembali makna-makna yang terlanjur tergerus oleh target-target yang rigid. Serta… membangun keintiman dengan diri sendiri. Ya, saya memang se-egois itu dalam mencintai diri sendiri, wkwkw. Selain sensasi tak tergantikan, perjalanan-perjalanan yang dilakukan sendiri pun lagi dan lagi membuat saya ketagihan, mungkin karena… terlalu lama sendiri, terlalu lama aku asik sendiri~ hahaha!

Ada beberapa tantangan yang sebetulnya dihadapi untuk melakukan solo trip, dari mulai perencanaan sampai eksekusi. Tentu satu kelebihan tak terhindarkan dalam solo trip : tak perlu menyatukan banyak kepala, tak perlu melebur rencana-rencana ke satu kesepakatan. Semuanya dengan mudahnya terserah saya! Semau saya! Suka-suka saya! (percayalah kalian, sensasi melakukan hal-hal yang semaunya sendiri itu asik sekali, wkwk). Tetapi tantangannya : semua rencana harus disiapkan sendiri, semua informasi harus dikumpulkan sendiri, itinerary harus disusun sendiri, semua booking/pemesanan ya harus dipesan sendiri, termasuk semua pertimbangan harga termurah terbaik terkait transportasi, akomodasi, dan konsumsi juga harus diputuskan sendiri!

Solo trip model begini biasanya memang saya maksimalkan di Sabtu – Minggu saja, atau paling banter bonus tambah libur hari Senin. Dan cukup satu bulan sekali. Beruntungnya memang, saya selalu melibatkan Traveloka sebagai platform booking transportasi (kereta termurah dengan jadwal terkondusif) dan penginapan murah meriah bahagia. Untuk destinasi wisata di tempat tujuan dan destinasi kuliner (siapa yang ingin ketinggalan mencicipi kuliner khas saat jalan-jalan?), saya googling aja atau pakai metode tanya teman yang punya jam terbang perihal jalan-jalan. Eittts, tapi itu metode jadul, sebelum ada Traveloka Xperience.

Mulai tahun ini, Traveloka melebarkan sayapnya dengan melengkapi produk dan layanan untuk kebutuhan travel dan lifestyle dalam Traveloka Xperience.

Traveloka Xperience merupakan platform pemesanan beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup di Asia Tenggara. Catat! Beragam produk aktivitas liburan dan gaya hidup~ di Asia Tenggara! Semua kebutuhan travel dalam satu platform! Bayangkan!

Cukup ketik aja di kolom search mau eksplor daerah mana, terus keluar deh pilihan Ragam Aktvitas : Atraksi, Tur, Pelengkap Travel, Makanan & Minuman, Event, Spa & Kecantikan, Kursus & Workshop, dan Olahraga. Misalnya saya mau ke Jogja, setelah ketik “Yogyakarta” di field search pada Traveloka Xperience, maka hasil yang keluar kayak gini nih :


Kemudian, misalkan saya pilih "Atraksi". Maka akan keluar pilihan paket atraksi beserta harga dan ratingnya. Sebagai seorang penikmat seni pertunjukkan, tiket Ramayanan Ballet cukup menarik minat saya. Dengan harga coret (iya, harga coret, alias harga di bawah harga sebenarnya, hmmm~) sebesar 94ribu rupiah. Lalu lakukan booking tiket. Beres! Itu baru satu contoh, untuk solo trip yang memaksimalkan weekend, kebayangkan jadi betapa efisien dan efektif (plus lebih murah) perjalanan saya?

So, Traveloka Xperience dapat dengan mudahnya membuat saya merencanakan #XperienceSeru untuk mengatasai burn out!

Artikel Lainnya

0 komentar